Tampilkan postingan dengan label Dunia Bahasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Bahasa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Desember 2020

Penggunaan Huruf Kapital

 

Penggunaan Huruf Kapital

 

1.      Huruf capital dipakai sebagai huruf pertama huruf pertama unsur nama orang, termasuk julukan.

a.       Nurlaili Irias Putri

b.      Sulasih

c.       Bambang Irianto

 

Catatan:

Huruf kapital tidak dipakai untuk menuliskan huruf pertama kata yang bermakna ’anak dari’, seperti bin, binti, dan van, atau huruf pertama kata tugas.

1)      Abdul Rahman bin Zaini

2)      Ayam Jantan dari Timur

 

2.      Huruf kapital dipakai pada awal kalimat dalam petikan langsung.

a.       Adik bertanya, ”Kapan kita pulang?”

b.      Orang itu menasihati anaknya, ”Berhati-hatilah, Nak!”

Jumat, 04 Desember 2020

Penggunaan Huruf Miring

Penggunaan Huruf Miring

1.     Huruf miring dipakai untuk menuliskan judul buku, nama majalah, atau nama surat kabar yang dikutip dalam tulisan, termasuk dalam daftar pustaka.

a.       Saya membaca buku Guru Aini karangan Andrea Hirata.

b.      Majalah Horison memang bagus untuk dibaca.

 

2.  Huruf miring dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata dalam kalimat.

a.     Huruf a, i, u, e, o, merupakan huruf vokal, sedangkan b, c, d, f, g, dan lainnya merupakan huruf konsonan.

b.   Kata Pancasila, berasal dari bahasa sansekerta, yang terdiri dari dua kata, yaitu panca yang berarti lima dan sila yang berarti prinsip, dasar, atau asas.

 

3.   Huruf miring dipakai untuk menuliskan kata atau ungkapan dalam bahasa daerah atau bahasa asing.

a.       Nugget adalah salah satu jenis makanan fast food yang digemari semua kalangan.

b.      Semut termasuk kelompok serangga yang merupakan anggota keluarga dari Artropoda.


Catatan:

Nama diri, seperti nama orang, lembaga, atau organisasi, dalam bahasa asing atau bahasa daerah tidak ditulis dengan huruf miring.

World Health Organization menyatakan bahwa Covid-19 bukanlah virus yang dibuat oleh manusia.

Dalam kongres pertamanya di Solo pada 12 Juni 1918, Trikoro Dharmo mengubah nama menjadi Jong Java.

Kamis, 03 Desember 2020

Penggunaan Tanda Koma

Penggunaan Tanda Koma 

 

1.        Tanda koma dipakai diantara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan.

a.       Nia membeli buku pelajaran bahasa Indonesia, kimia, fisika, dan matematika.

b.   Ani, Rina, dan Nora sedang melaksanakan penilaian akhir semester gasal mata pelajaran bahasa Indonesia.

c.       Amanda belajar bahasa Indonesia materi teks berita, iklan, dan eksplanasi.

 

2.      Tanda koma dipakai sebelum kata penghubung, seperti tetapi, melainkan, dan sedangkan, dalam kalimat majemuk (setara)

a.       Saya membuat blog, tetapi belum meiliki iklan.

b.      Laptop ini bukan milik saya, melainkan milik kakak saya.

c.      Ayah bertugas membersihkan halaman rumah, sedangkan ibu membersihkan ruangan didalam rumah.

 

3.        Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimatnya.

a.       Jika hari ini hujan, saya tidak akan datang.

b.      Agar memiliki wawasan yang luas, kita harus banyak membaca buku.

Catatan:

Tanda koma tidak dipakai jika induk kalimat mendahului anak kalimat.

1)      Saya tidak akan datang jika hari ini hujan.

2)      Kita harus banyak membaca buku agar memiliki wawasan yang luas.

 

4.      Tanda koma dipakai sebelum dan/atau sesudah kata seru, seperti o, ya, wah, aduh, atau hai, dan kata yang dipakai sebagai sapaan, seperti Bu, Dik, atau Nak.

a.       Wah, kamu sangat berbakat!

b.      Hati-hati, ya, jalannya licin!

c.       Siapa namamu, Nak?

 

5.        Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.

a.       Dia brpesan padaku, ”Jangan meletakkan barang berharga di sembarangan tempat.”

b.      Wow, indahnya pantai ini!” seru wisataan itu.

Rabu, 02 Desember 2020

Perbedaan Tanda Hubung dan Pisah

Perbedaan Tanda Hubung dan Pisah

 

Tanda hubung (-) adalah tanda yang digunakan untuk menghubungkan unsur kata yang  terpisah oleh pergantianbaris, memisahkanbentukulang, atau menggabungkan unsur bentuk majemuk. 

Tanda pisah ( ̶ ) adalah tanda yang membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan khusus di luar bangun kalimat. 

 

Tanda Hubung (-)

Tanda Pisah ( ̶ )

Sebelum mengerjakan soal bahasa Indo-nesia, Atiqa berdoa terlebih dahulu.   

Penilaian akhir semester akan dilaksanakan pada pukul 07.30 ̶ 09.30 WIB.

Silakan anak-anak mengerjakan evaluasi pembelajaran dengan teliti.

Kemerdekaan bangsa itu ̶ saya yakin

akan terwujud ̶ diperjuangkan oleh bangsa.

Adik dari Abdul lahir pada tanggal 1-12-2020.

Soekarno-Hatta ̶ Proklamator Kemerdekan RI ̶ diabadikan menjadi nama bandar udara internasional.

Harga seragam yakni empat-juta-lima-ratus rupiah.

Diklat pembelajaran dalam jaringan dilaksanakan pada tanggal 5 ̶ 10 Desember 2020.

Tsabit mengikuti Seminar Nasional se-Indonesia di Jakarta.

 

Ibu guru mengingatkan kepada anak-anak untuk mem-back up semua data yang ada di handphone.

 

Fatlani melakukan legali-sasi ijazah SD di Dinas Pendidikan Kabupaten Blora.

 

 

 


Catatan:

Penulisan tanda baca digabung, tidak perlu dispasi. Dalam tabel yang saya sajikan seharusnya tanda hubung/pisah tempel tidak perlu ada spasi. Masih terkendala untuk menemukan penulisan tanda pisah. 





Selasa, 01 Desember 2020

Penggunaan Huruf Diftong

Penggunaan Huruf Diftong 

Huruf diftong adalah huruf yang memiliki bunyi vokal rangkap yang tergolong dalam satu suku kata

Huruf diftong terdiri atas: ai, au, ei, dan oi.

Huruf Diftong

Contoh Pemakaian dalam Kata

Posisi Awal

Posisi Tengah

Posisi Akhir

ai

aileron

balairung

pandai

au

autodidak

taufik

harimau

ei

eigendom

geiser

survei

oi

-

boikot

amboi


Glosarium

  • Aileron adalah sisik yang menutup pangkal sayap depan pada beberapa serangga.
  • Autodidak adalah orang yang mendapatkan keahlian dengan belajar sendiri. Kata baku: autodidik dan kata tidak baku: otodidak.
  • Eigendom adalah hakmutlak atas suatu barang.
  • Balairung adalah balai atau pendopo besar tempat raja dihadap rakyatnya.
  • Taufik adalah pertolongan dari Allah SWT.
  • Geiser adalah mata air panas yang megeluarkan uap air atau gas yang disemburkan ke udara. 
  • Biokot adalah tolak kerja sama.
  • Pandai adalah cepat menangkap pelajaran dan mengerti sesuatu.
  • Harimau adalah binatang buas, pemakan daging, wujud seperti kucing besar. 
  • Survei adalah teknik riset dengan memberikan batas yang jelas atas data; penyelidikan; peninjauan. Kata baku: survei dan kata tidak baku: survai, survey.
  • Amboi adalah kata seru yang menyatakan rasaheran,kasihan, atau kagum.
  • Kata baku adalah kata yang sesuai dengan kamus besar bahasa Indonesia.
  • Kata tidak baku adalah kata yang tidak sesuai dengan kamus besar bahasa Indonesia.

Selasa, 24 November 2020

Penulisan Ucapan Dirgahayu PGRI

 

Penulisan Ucapan Dirgahayu PGRI  

 

Salah

Benar

Dirgahayu HUT PGRI

Dirgahayu Persatuan Guru Republik Indonesia  

Dirgahayu PGRI ke-75

Dirgahayu RI

Dirgahayu Kemerdekaan Kita ke-75

Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia

Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia ke-75

Hari Ulang Tahun ke-75 Persatuan Guru Republik Indonesia



   Ada dua hal yang harus diperhatikan dalam penulisan ungkapan 'Dirgahayu PGRI' yang sesuai dengan Pedoman Ejaan Umum Bahasa Indonesia (PUEBI)

1. Penulisan 'Dirgahayu' tidak diikuti 'HUT'
    Kata Dirgahayu merupakan kata serapan dari bahasa Sansekerta, yang memiliki makna 'panjang umur atau berumur panjang'  Jika penulisan 'Dirgahayu PGRI'  dirangkai maka bermakna 'selamat panjang umur PGRI'. Makna tersebut dapat memberi kesan bahwa yang diberi ucapan "selamat panjang umur" dan "semoga panjang umur" adalah HUT-nya, bukan PGRI-nya. Padahal yang dimaksud dalam ungkapan tersebut adalah PGRI. Oleh karena itu, agar dapat mendukung pengertian secara tepat, susunan 'Dirgahayu HUT' perlu diubah menjadi 'Dirgahayu PGRI'. Ungkapan itu sudah tepat tanpa harus disertai HUT dan ke-54. Jika HUT ingin digunakan, sebaiknya kata dirgahayu dihilangkan dan kata bilangan tingkat ke-75 dipindahkan sebelum PGRI sehingga susunannya menjadi HUT KE-75 PGRI

2. Penempatan Kata Bilangan Tingkat (HUT PGRI ke-75 atau HUT LXXV) 
    Penempatan kata bilangan ditulis dengan angka romawi seharusnya tidak didahului dengan ke-.  Kata bilangan tingkat 'ke-LXXV' yang benar 'HUT LXXV'. Jika ditulis dengan angka Arab bentuk yang benar menjadi 'ke-75'. 


Glosarium
  • Dirgahayu adalah berumur panjang (biasanya ditujukan kepada negara atauorganisasi yang sedang memperingati hari jadinya)
  • Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) adalah organisasi keguruan nasional.

Rabu, 21 Oktober 2020

Teks Eksplanasi Proses Terjadinya Hujan

 

Proses Terjadinya Hujan

Hujan adalah peristiwa jatuhnya air dari awan ke bumi. Pada mulanya air hujan berasal dari beberapa sumber air yang ada di bumi, seperti air laut, air sungai, air danau, dan air waduk. Selain beberapa kelompok air tersebut, air yang menguap ke udara juga bisa berasal dari tubuh manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, dan benda-benda lain yang mengandung air.

Air-air tersebut umumnya mengalami proses penguapan atau evaporasi akibat terkena panas matahari. Air yang menguap melayang ke udara, lalu bergerak menuju awan yang tinggi. Di awan uap tersebut mengalami proses pemadatan atau kondensasi sehingga membentuk awan. Dengan bantuan angin, awan-awan tersebut dapat bergerak baik vertikal, horizontal, maupun diagonal.Akibat embusan angin, awan-awan saling bertemu dan membesar menuju atmosfer bumi yang suhunya rendah atau dingin. Kemudian,awan-awan tersebut membentuk butiran es dan air. Karena berat dan tidak mampu ditopang angin, butiran-butiran air atau es tersebut jatuh ke permukaan bumi (proses presipitasi). Es atau salju yang terbentuk mencair menjadi air. Namun, jika suhunya sangat rendah, es atau salju tersebut akan tetap turun sebagai salju.

Hujan tidak hanya turun berbentuk air dan es, tetapi juga bisa berbentuk embun dan kabut. Jika bertemu dengan udara kering,sebagian hujan dapat menguap kembali ke udara. Air hujan kecil berbentuk hampir bulat. Air hujan lebih besar berbentuk lebih ceper, seperti burger. Sementara itu, air hujan yang lebih besar lagi berbentuk seperti terjun payung. Hujan besar jatuh ke bumi dengan kecepatan tinggi sehingga kadang-kadang terasa sakit saat mengenai anggota badan kita.

Rabu, 14 Oktober 2020

Teks Eksplanasi Terjadinya Siang dan Malam

 Terjadinya Siang dan Malam

Setiap hari kita mengalami perputaran waktu siang dan malam. Bumi mengalami masa terang dan gelap dalam waktu tertentu. Manusia menjalankan aktivitas setiap hari pada waktu-waktu tersebut, mulai terbit hingga terbenamnya matahari. Perputaran waktu tersebut bagi manusia adalah bagian dari perjalanan hidup di Bumi. Namun, banyak manusia yang tidak mau tahu tentang proses alami terjadinya perputaran waktu tersebut. Lalu, bagaimana sebenarnya peristiwa siang dan malam bisa terjadi?

Bumi merupakan salah satu planet yang terdapat dalam tata surya. Bumi melakukan dua perputaran sekaligus, yaitu berputar mengelilingi Matahari dan berputar pada porosnya. Bumi mengelilingi Matahari dalam satu putaran memerlukan waktu 36514 hari atau kurang lebih satu tahun. Berkaitan dengan Matahari, Bumi berputar pada porosnya dalam satu putaran memerlukan waktu sekitar 24 jam. Waktu tersebut juga disebut satu hari bagi manusia. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya waktu siang dan malam di Bumi.

Selama 24 jam waktu Bumi berputar mengitari porosnya, ada kalanya sebagian wajah Bumi berhadapan dengan Matahari. Pada saat itulah bagian wajah Bumi mengalami peristiwa siang. Seiring dengan perputaran, wajah Bumi yang semula berhadapan dengan Matahari, kemudian berbalik dan membelakangi Matahari sehingga sisi wajah Bumi tersebut tidak disinari Matahari. Dengan demikian, bagian Bumi tersebut mengalami peristiwa malam.

Ada pula hal menarik pada perputaran Bumi tersebut. Manusia yang hidup di wilayah ekuator atau garis imajiner yang membelah bagian Utara dan Selatan Bumi mengalami panjang waktu siang dan malam hampir sama, yaitu rata-rata 12 jam. Berbaqai lokasi di Bumi pada umumnya disinari matahari selama 12 jam per hari. Namun, di termpat-tempat tertentu, panjang siang dan malam pada waktu tertentu di sepanjang tahun berbeda. Ada kalanya suatu tempat di bagian Utara atau Selatan garis ekuator mengalami waktu siang atau malam yang lebih panjang.

Perbedaan panjang waktu siang dan malam ini juga disebabkan berputarnya Bumi terhadap matahari (revolusi). Hal yang perlu kita ketahui adalah poros atau sumbu Bumi ternyata memiliki kemiringan 23,50 terhadap Matahari. Kemiringan poros Bumi ini tidak hanya menyebabkan waktu silang atau malam yang lebih panjang di wilayah tertentu, tetapi juga berpengaruh pada terjadinya perubahan musim (panas, dingin, gugur, dan semi) di Bumi, terutama di wilayah yang berjauhan dengan garis ekuator. Begitulah proses alamiah terjadinya siang dan malam yang selalu kita rasakan dan alami setiap hari.

 

Sumber: Mafrukhi, Sawali, Wahono. (2016). Mahir Berbahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.


Kamis, 08 Oktober 2020

Pembelajaran Daring 11

KHUSUS UNTUK YANG BELUM BISA MEMBUKA PRAKASITA CLASSRROM. 

BAGI YANG SUDAH BISA, SILAKAN LAKUKAN SEMUA KEGIATAN PEMBEJARAN HARI INI DI PRAKASITA CLASSROOM. 


MARI BIASAKAN MEMBACA PENGUMUMAN DENGAN TELITI DAN SAMPAI SELESAI!

Assalamualaikum Wr Wb. 

Selamat pagi anak-anak kelas VIII E-H. Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga dalam keadaan sehat dan selalu dalam lindungan-Nya.

Kamis 8 September 2020 pukul 07.30-09.30 WIB dilaksanakan pembelajaran daring bahasa Indonesia 11.

Lakukanlah kegiatan pembelajaran sesuai waktu yang telah ditentukan. Kegiatan akan muncul jika waktu sudah sesuai. 

Kegiatan pembelajaran yang harus diikuti yaitu: 


Pukul 07.30 - 07.40 WIB  : Mari Berdoa Pembuka Pembelajaran dan Mengisi Daftar Hadir. 

BAGI YANG BELUM MENGISI DAFTAR HADIR DI PRAKASITA CLASSROOM, SILAKAN WHATSAPP IBU DAN KIRIM BUKTI SCREENSHOOT KENDALA YANG KALIAN HADAPI. 


Pukul 07.40 - 08.10 WIB : Mari Membaca Teks Eksplanasi, KLIK INI! 

    

Pukul 08.10 - 08.30 WIB : Mari Jawab Pertanyaan tentang Teks Eksplanasi "Terjadinya Siang dan Malam", KLIK INI! 


Pukul 08.30 - 08.45 WIB : Mari Simpulkan dengan Bahasamu sendiri tentang Pengertian, Ciri-Ciri, dan Jenis Fenomena Berdasarkan Teks yang Sudah Kalian Baca, KLIK INI! 


Pukul 08.45 - 09.15 WIB : Mari Membahas "Apa Benar Simpulan yang Kalian Buat? Ayo simak video berikut!  KLIK INI! 


Pukul 09.15-09.30 WIB : Mari Diskusi Menentukan Pengertian, Ciri-Ciri, dan Jenis Fenomena Teks Eksplanasi.  

Apakah kalian sudah mengerti pembelajaran hari ini? Jika belum, hal apa yang belum dimengerti? 

Silakan kalian tulis jawaban pada kolom komentar di blog ini. 


Terima kasih

Semangat!!

Tetap jaga kesehatan!!

Salam NEGROSA!

-------------------------------------------------

Catatan: 

1. Ingat, berkomentar atau bertanya dengan bahasa yang sopan. Jangan lupa sebutkan nama lengkap, kelas, dan nomor urut.

2. Bagi yang belum mengerjakan tugas dari pertemuan 1-10, mohon untuk segera dikerjakan. Bagi yang belum mengumpulkan, nilai masih 0.

Rabu, 07 Oktober 2020

Teks Eksplanasi

Teks 1

Terjadinya Siang dan Malam

Setiap hari kita mengalami perputaran waktu siang dan malam. Bumi mengalami masa terang dan gelap dalam waktu tertentu. Manusia menjalankan aktivitas setiap hari pada waktu-waktu tersebut, mulai terbit hingga terbenamnya matahari. Perputaran waktu tersebut bagi manusia adalah bagian dari perjalanan hidup di Bumi. Namun, banyak manusia yang tidak mau tahu tentang proses alami terjadinya perputaran waktu tersebut. Lalu, bagaimana sebenarnya peristiwa siang dan malam bisa terjadi?

Bumi merupakan salah satu planet yang terdapat dalam tata surya. Bumi melakukan dua perputaran sekaligus, yaitu berputar mengelilingi Matahari dan berputar pada porosnya. Bumi mengelilingi Matahari dalam satu putaran memerlukan waktu 36514 hari atau kurang lebih satu tahun. Berkaitan dengan Matahari, Bumi berputar pada porosnya dalam satu putaran memerlukan waktu sekitar 24 jam. Waktu tersebut juga disebut satu hari bagi manusia. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya waktu siang dan malam di Bumi.

Selama 24 jam waktu Bumi berputar mengitari porosnya, ada kalanya sebagian wajah Bumi berhadapan dengan Matahari. Pada saat itulah bagian wajah Bumi mengalami peristiwa siang. Seiring dengan perputaran, wajah Bumi yang semula berhadapan dengan Matahari, kemudian berbalik dan membelakangi Matahari sehingga sisi wajah Bumi tersebut tidak disinari Matahari. Dengan demikian, bagian Bumi tersebut mengalami peristiwa malam.

Ada pula hal menarik pada perputaran Bumi tersebut. Manusia yang hidup di wilayah ekuator atau garis imajiner yang membelah bagian Utara dan Selatan Bumi mengalami panjang waktu siang dan malam hampir sama, yaitu rata-rata 12 jam. Berbaqai lokasi di Bumi pada umumnya disinari matahari selama 12 jam per hari. Namun, di termpat-tempat tertentu, panjang siang dan malam pada waktu tertentu di sepanjang tahun berbeda. Ada kalanya suatu tempat di bagian Utara atau Selatan garis ekuator mengalami waktu siang atau malam yang lebih panjang.

Perbedaan panjang waktu siang dan malam ini juga disebabkan berputarnya Bumi terhadap matahari (revolusi). Hal yang perlu kita ketahui adalah poros atau sumbu Bumi ternyata memiliki kemiringan 23,50 terhadap Matahari. Kemiringan poros Bumi ini tidak hanya menyebabkan waktu silang atau malam yang lebih panjang di wilayah tertentu, tetapi juga berpengaruh pada terjadinya perubahan musim (panas, dingin, gugur, dan semi) di Bumi, terutama di wilayah yang berjauhan dengan garis ekuator. Begitulah proses alamiah terjadinya siang dan malam yang selalu kita rasakan dan alami setiap hari.

 

Sumber: Mafrukhi, Sawali, Wahono. (2016). Mahir Berbahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.


Teks 2

Penindasan (Bullying)

Penindasan (Bullying) adalah penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain. Perilaku ini dapat menjadi suatu kebiasaan dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan sosial atau fisik. Hal ini dapat mencakup pelecehan secara lisan atau ancaman, kekerasan fisik atau paksaan dan dapat diarahkan berulang kali terhadap korban tertentu, mungkin atas dasar ras, agama, gender, seksualitas, atau kemampuan. Tindakan penindasan terdiri atas empat jenis, yaitu secara emosional, fisik, verbal, dan cyber. Budaya penindasan dapat berkembang dimana saja selagi terjadi interaksi antar manusia, dari mulai di sekolah, tempat kerja, rumah tangga, dan lingkungan.

Bully biasanya muncul di usia sekolah. Pelaku Bully memiliki karakteristik tertentu. Umumnya mereka adalah anak-anak yang berani, tidak mudah takut, dan memiliki motif dasar tertentu. Motif utama yang biasanya ditenggarai terdapat pada pelaku Bully adalah adanya agresifitas. Padahal, ada motif lain yang juga bisa dimiliki pelaku Bully, yaitu rasa rendah diri dan kecemasan. Bully menjadi bentuk pertahanan diri (defence mechanism) yang digunakan pelaku untuk menutupi perasaan rendah diri dan kecemasannya tersebut. “Keberhasilan” pelaku melakukan tindakan bully bukan tak mungkin berlanjut ke bentuk kekerasan lainnya, bahkan yang lebih dramatis.

Ada yang menarik dari karakteristik pelaku dan korban Bully. Korban Bully mungkin memiliki karakteristik yang bukan pemberani, memiliki rasa cemas, rasa takut, rendah diri, yang kesemuanya itu (masing-masing atau sekaligus) membuat si anak menjadi korban Bully. Akibat mendapat perlakuan ini, korban pun mungkin sekali menyimpan dendam atas perlakuan yang ia alami.Selanjutnya, bukan tak mungkin, korban Bully, menjadi pelaku Bully pada anak lain yang ia pandang sesuai dengan tujuannya, yaitu untuk mendapat kepuasan dan membalaskan dendam. Ada proses belajar yang sudah ia jalani dan ada dendam yang tak terselesaikan. Kasus di sekolah-sekolah, dimana kakak kelas melakukan Bully pada adik kelas, dan kemudian Bully berlanjut ketika si adik kelas sudah menjadi kakak kelas dan ia kemudian melakukan Bully pada adik kelasnya yang baru, adalah contoh dari pola Bully yang dijelaskan di atas.

Alasan bullying disekolah saat ini semakin meluas salah satunya adalah karena sebagian besar korban enggan menceritakan pengalaman mereka kepada pihak yang mempunyai kekuatan untuk mengubah cara berfikir mereka dan menghentikan siklus bullying, yaitu pihak sekolah dan orangtua. Korban merahasiakan bullying yang mereka derita karena takut pelaku akan semakin mengintensifkan bullying mereka. Akibatnya korban bisa semakin menyerap ”falsafah” bullying yang didapat dari seniornya.

Sumber: https://semuacontoh.blogspot.com/2017/02/teks-eksplanasi-fenomena-sosial-bullying.html


Teks 3 

Wayang sebagai Warisan Budaya Indonesia

Wayang merupakan suatu bentuk boneka tiruan yang terbuat dari kulit dan sebagainya yang digunakan untuk memerankan seorang tokoh. Wayang juga merupakan budaya yang berkembang pesat, khususnya di Jawa dan Bali. Wayang inilah yang menjadi warisan budaya benda yang telah diakui oleh UNESCO sejak tanggal 7 November 2003. Wayang sebagai seni pertunjukkan drama tradisional yang meliputi seni musik, seni suara, seni rupa, seni sastra, seni tutur, dan lainnya. Sehingga pembawaan ceritanya akan memiliki amanat atau pesan moral bagi kehidupan manusia.

Awal mulanya, wayang hanyalah sebagai hiburan dengan mementaskan dram yang menggunakan boneka tiruan. Namun seiring masuknya agama islam ke Indonesia, wayamg digunakan sebagai media dakwah penyebaran agama islam oleh para sunan, khususnya di tanah Jawa. Dalam pertunjukkannya atau pagelarannya, budaya kesenian wayang dibawakan oleh seorang dalang yang bertugas sebagai narator yang membawakan cerita. Wayang dibuat seakan-akan memerankan tokohnya masing-masing. Contohnya pada cerita Ramayana, untuk memerankan tokoh di dalamnya sudah tersedia wayang yang memiliki karakteristis dan watak yang sama seperti aslinya. Misalnya Ramayana yang berwatak ksatria, dan Anoman yang berwatak pemberani.

Dalang memainkan wayang di balik kelir atau layar yang terbuat dari kain putih. Selanjutnya, untuk menghasilkan efek bayangan, dibaliknya akan disorot dengan blencong (lampu minyak) atau lampu listrik. Nah, dari sinilah akan tercipta sebuah karya seni bayangan yang jatuh ke kelir. Kemudian dalang akan menceritakan kisah-kisah yang mengangkat tentang Cerita Ramayana. Tak hanya kisah Cerita Ramayana, tapi ada juga kisah Mahabharata. Kedua cerita inilah yang sering digunakan dalam pagelaran wayang pada umumnya. Namun, dalang tidak terbatasi oleh itu, dalang juga bisa memainkan lakon carangan (gubahan) dan cerita panji.

Untuk menambah keindahan dan mencegah kebosanan, suatu pagelaran wayang juga selalu diiringi dengan musik gamelan. Lalu para sinden akan menyanyikan tembang jawa atau tembang khas daerah. Selain sebagai hiburan yang memiliki nilai moral kehidupan, wayang juga erat kaitannya dengan hal mistis. Misalnya selain diadakan untuk memperingati hari-hari besar nasional atau keagamaan, wayang juga sering digelar untuk acara ruwatan, yaitu upacara membebaskan orang dari nasib buruk. Baik untuk meruwat orang maupun meruwat bumi. Upacara ruwat yang menggunakan wayang biasanya dilaksankan di tanah Jawa.

Wayang sebagai sarana komunikasi, hiburan, dan keagamaan atau kepercayaan merupakan salah satu kearifan lokal kekayaan budaya Indonesia yang patut kita jaga dan lestarikan. Mari kita wariskan kepada genarasi bangsa untuk mempertahankan ciri khas kebudayaan Indonesia, berupa wayang.

 

Sumber: https://www.bangmaul.com/2019/12/contoh-teks-eksplanasi-budaya-wayang.html