JUDUL
BUKU
BERGAMBAR SARANA MENUMBUHKAN
MINAT
BACA PADA ANAK
Oleh Nurlaili Irias Putri
FBS Universitas Negeri Semarang
ABSTRAK
Minat baca
merupakan keinginan untuk membaca dalam diri anak. Lingkungan keluarga,
sekolah, dan masyrakat dapat mempengaruhi minat baca pada anak. Rendahnya minat
baca pada anak di era modern ini, kita dituntut untuk berfikir kreatif. Menggunakan
media buku bergambar mampu untuk menarik minat anak dalam membaca buku. Pada
usia anak-anak enam sampai tujuh tahun sudah saatnya mereka dituntut untuk
mampu membaca. Pada usia tersebut anak lebih menyukai untuk melihat gambar
daripada melihat tulisan. Karena di usia 5 tahun kebawah mereka hanya mengenal
gambar. Buku bergambar merupakan buku yang ditata menggunakan lebih bayak
gambar daripada kata. Ada beberapa jenis buku
bergambar, yaitu (1) buku abjad, (2) buku mainan, (3) buku konsep, (4) buku
bergambar tanpa kata, dan (5) buku cerita bergambar. Manfaat buku bergambar,
yaitu (1) sangat mudah diingat dan dipahami, (2) menambah wawasan dan
kecerdasan otak anak, dan (3) sebagai bahan ajar.
Kata Kunci : Buku
Bergambar, Minat Baca, Anak
Pendahuluan
Minat baca pada anak-anak
sekolah dasar tingkat rendah masih kurang. Terbukti ketika dihadapkan dengan
dua pilihan antara bermain atau membaca buku pasti mereka lebih memilih untuk
bermain. Pada usia anak-anak sekolah dasar tingkat rendah tujuh sampai sembilan
tahun menjadi hal terpenting dalam
mengikuti sekolah. Sidik (2007:3) menyatakan bahwa bakat atau pembudayaan minat
baca, yang dipengaruhi lingkungan bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu (1)
lingkungan keluarga, (2) lingkungan sekolah, dan (3) lingkungan masyarakat. Selain
itu ada faktor lain terhadap berkurangnya minat membaca, yaitu (1) kurangnya
motivasi dalam diri anak dalam membaca, (2) ketersediaan buku-buku pelajaran
yang menarik, (3) Lingkungan sekolah, keluarga, dan bermain yang tidak
mendukung, dan (4) harga buku mahal.
Pernyataan minat baca
dipengaruhi lingkungan juga diperjelas berdasarkan UU NO 43 Tahun 2007 tentang
perpustakaan yang menyatakan pembudayaan kegemaran membaca dilakukan melalui
keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat. Banyak cara yang dapat dilakukan
dalam mengembangkan minat baca anak, baik dalam lingkungan keluarga, sekolah
maupun lingkungan masyarakat. Salah satu cara untuk menarik dalam meningkatkan
minat baca anak yaitu dengan memberikan buku-buku bergambar. Karena buku
bergambar mempunyai efek visualisasi yang dapat merangsang mata untuk menikmati
gambar dan memahami teks yang memberi penjelasan pada gambar. Pada usia tujuh
sampai sembilan tahun anak-anak masih suka untuk melihat gambar daripada teks
bacaan.
Salah satu cara untuk
menumbuhkan minat baca pada anak-anak dapat dilakukan dengan buku bergambar.
Nurgiyantoro (2010:152) menyatakan bahwa buku bergambar merupakan salah satu
strategi dalam menarik perhatian anak dan pembaca pada umumnya. Buku bergambar
menjadi daya tarik untuk semangat membaca buku. Ilustrasi yang dimaksudkan
dalam bacaan memperjelas makna kata. Karena ilustrasi merupakan teks visual
dengan maksud agar buku tampil menarik dan anak tertarik untuk membaca buku. Kekhawatiran dari orang tua kepada
anaknya ketika sudah memasuki sekolah dasar karena kurangnya minat terhadap
membaca. Sekolah dasar akan menuntut siswanya untuk mampu dalam membaca. Akan
tetapi biasanya siswa kelas satu, dua, bahkan tiga masih kesulitan untuk
membaca.
Jadi, untuk menarik
minat baca pada anak-anak buku bergambar sebagai media yang tepat. Karena dalam
proses membaca buku bergambar dapat meningkatkan dan memotivasi dalam belajar
dengan senang, mudah untuk dipahami dan diingat. Demikian itu, anak tertarik terhadap
minat membacanya dalam melihat gambar-gambar bercerita yang ditampilkan didalam
buku bergambar.
Buku
Bergambar
Rothlein,
L., & Meinbach, A. M., (1991:132) menyatakan bahwa Buku bergambar adalah buku cerita yang disajikan dengan menggunakan teks
dan ilustrasi atau gambar.
Buku ini biasanya
ditujukan pada anak-anak. Untuk anak usia SD kelas rendah, gambar berperan
penting dalam proses belajar membaca dan menulis. Buku bergambar lebih dapat
memotivasi mereka untuk belajar. Dengan buku bergambar yang baik, anak-anak
akan terbantu dalam proses memahami dan memperkaya pengalaman dari cerita.
Lynch-Brown, Carl M dan
Tomlinson (1999:68) menyatakan bahwa buku bergambar adalah buku-buku bergambar
banyak mengandung ilustrasi, untuk berbagai
derajat dan penting untuk dinikmati dalam cerita. Untuk alasan ini, ilustrasi
gambar dalam buku-buku dikatakan integral cerita. Ilustrasi dalam buku-buku
bergambar menyediakan plot aktual atau informasi konsep serta petunjuk untuk
jalan tokoh, setting, dan suasana
hati. Selama periode waktu, evoluation dan
seleksi buku gambar menjadi kenikmatan membaca bagi anak. Franz (1994:26)
menyatakan bahwa buku bergambar adalah setiap buku yang didalamnya terdapat gambar-gambar.
Buku bergambar yang fungsi gambarnya hanya membantu dan sekedar untuk
menjelaskan teks. Priyono (2006:3) menyatakan bahwa buku bergambar yang
artistik, bahasa yang baik, penampilan fisik buku yang bagus dapat menggugah
imajinasi dan motivasi untuk membaca buku. Ilustrasi gambar dan bahasa yang
asal-asalan, maka anak akan mendapatkan pengalaman bahwa membaca itu
membosankan.
Menurut Online Dictionary For Library and
Information Science menjelaskan “picture
book” merupakan sebuah buku yang terutama terdiri dari konten visual,
dengan teks. Nurgiyantoro (2010:154) menyatakan bahwa gambar dalam buku mengandung cerita. Gambar
digunakan untuk memperkaya teks, mengkonkretkan karakter dan alur secara
naratif serta digunakan sebagai daya tangkap dan imajinasi anak terhadap narasi
teks yang masih terbatas. Dengan buku
bergambar mampu merangsang imajinasi anak dan membantu anak dalam memperkaya imajinasi.
Selain itu, kegiatan membaca buku bergambar akan membantu anak lebih memahami
hubungan cerita dan gambar, juga menanamkan kesadaran pada diri anak akan
pentingnya aktifitas membaca untuk dapat memperoleh informasi. Jadi, buku
bergambar adalah salah satu media yang digunakan untuk memacu minat baca pada
anak dengan menggunakan gambar sebagai ilustrasinya.
Rothlein dan Meinbach
(1991:35) menyatakan bahwa ada lima jenis
buku bergambar, yaitu (1) buku abjad, (2) buku mainan, (3) buku konsep, (4)
buku bergambar tanpa kata, dan (5) buku cerita bergambar.
a.
Buku abjad
Dalam buku alfabet, setiap huruf alfabet dikaitkan dengan
suatu ilustrasi objek yang diawali dengan
huruf. Ilustrasi harus
jelas berkaitan dengan
huruf-huruf kunci dan gambar
objek dan mudah teridentifikasi. Beberapa buku alfabet diorganisasi pada
sekitar tema khusus, seperti peternakan dan transportasi. Buku alfabet
berfungsi untuk membantu siswa, menstimulasi, dan membantu pengembangan
kosakata.
b.
Buku mainan
Buku-buku mainan menggunakan cara penyajian isi yang tidak
biasa. Buku mainan terdiri dari buku kartu papan, buku pakaian, dan buku pipet
tangan. Buku mainan ini mengarahkan anak-anak untuk lebih memahami teks, dapat
mengeksplorasi konsep nomor, kata bersajak dan alur cerita. Buku mainan
membantu anak-anak untuk mengembangkan keterampilan kognitif, meningkatkan
kemampuan bahasa dan sosialnya, dan mencintai buku. Sikap positif terhadap
membaca dapat ditumbuhkan dengan buku ini. Jenis buku mainan, yaitu (1) buku
bergambar berlubang, (2) buku
bergambar pop-ups, (3) buku
bergambar berlipat, (4) buku bergambar bersampul tebal, dan
(5) buku bergambar bersampul
bantal (untuk bayi)
atau buku mainan.
c.
Buku konsep
Buku konsep adalah buku yang menyajikan konsep dengan
menggunakan satu atau lebih contoh
untuk membantu pemahaman konsep yang sedang dikembangkan. Konsep-konsep yang
ditekankan diajarkan melalui alur cerita atau dijelaskan melalui repetisi
dan perbandingan. Melalui
berbagai konsep seperti
warna, bentuk, ukuran, dapat
didemonstrasikan sendiri dengan
konsep yang lainnya. Jenis buku konsep adalah buku
bergambar bertekstur.
d.
Buku bergambar tanpa
kata
Buku bergambar tanpa kata adalah
buku untuk menyampaikan suatu cerita melalui ilustrasi saja. Buku bergambar
tanpa kata menjadi berkembang dan populer pada masyarakat generasi muda. Ini
terdapat ditelevisi, komik, dan bentuk visual lainnya dari komunikasi. Alur
cerita disajikan dengan gambar yang diurutkan dan tindakan juga digambarkan
dengan jelas. Buku bergambar tanpa kata terdiri dari berbagai bentuk, seperti
buku berupa buku humor, buku serius, buku informasi atau buku fiksi. Buku ini
mempunyai beberapa keunggulan, misalnya untuk mengembangkan bahasa tulis dan
lisan secara produktif yang mengikuti gambar. Keterampilan pemahaman juga dapat
dikembangkan pada saat anak membaca cerita melalui illustrasi. Anak-anak
menganalisis maksud pengarang dengan mengidentifikasi ide pokok dan memahami ceritanya. Jenis buku bergambar tanpa
kata adalah buku bergambar
karton.
e.
Buku cerita
bergambar
Buku cerita bergambar memuat pesan melalui ilustrasi dan
teks tertulis. Dua bagian tersebut merupakan bagian penting pada cerita.
Buku-buku ini memuat berbagai tema yang sering didasarkan pada pengalaman
kehidupan sehari-hari anak. Karakter dalam buku ini dapat berupa manusia atau
binatang. Di sini ditampilkan kualitas manusia,
karakter, dan kebutuhan, sehingga anak-anak dapat memahami dan menghubungkannya dengan
pengalaman pribadinya. Buku
bergambar yang baik memuat
intrinsik sastra, seperti
alur, struktur yang
baik, karakter yang baik perubahan gaya, latar, dan tema
yang menarik. Buku cerita bergambar dapat memberikan apresiasi bahasa dan
mengembangkan komunikasi lisan, mengembangkan proses berpikir kognitif,
ungkapan perasaan, dan meningkatkan kepekaan seni. Jenis buku cerita bergambar
yaitu buku bergambar dengan
teks panjang dan buku bergambar
dengan teks pendek.
Nugiyantoro
(2010:159) menyatakan bahwa fungsi dan pentingnya buku bergambar, yaitu (1)
membantu perkembangan emosi anak (2) membantu anak belajar tentang dunia dan
keberadaannya (3) belajar tentang orang lain yaitu hubungan yang terjadi dan
pengembangan perasaan, memperoleh kesenangan, untuk mengapresiasi keindahan,
dan (4) menstimulasi imajinasi.
Buku Bergambar Sarana Menumbuhkan Minat Baca Pada Anak
Penyebab
minat baca pada anak rendah, karena (1)
kurangnya motivasi dalam diri anak dalam membaca, kurangnya motivasi dalam diri
anak dalam membaca dapat terjadi karena sejak kecil dari orang tuanya tidak
mendidik mengenai pentingnya membaca. Orang tua sibuk denga kepentingannya
masing-masing. (2) ketersediaan buku-buku pelajaran yang menarik, demikian pula,
ketika disekolah anak-anak tidak disediakan buku-buku pelajaran yang menarik,
maksudnya buku-buku yang sesuai dengan usia mereka, buku yang seperti apa yang
mereka minati. Seharusnya guru membeli buku sesuai dengan usia siswa dan
kurikulum, jangan sesuai dengan keinginan guru. (3) Lingkungan sekolah,
keluarga, dan bermain yang tidak mendukung, lingkungan yang setiap hari menjadi
tempat beraktivitas mereka tidak mendukung aktivitas untuk membaca dan (4)
harga buku mahal, kemudian ketika anak sudah menarik dengan buku tersebut,
tetapi buku tersebut harganya mahal. Tingkat perekonimian masing-masing anak
memiliki tingkat yang berbeda-beda. Sehingga anak yang memiliki tingkat
perekonomian tinggi, ia mampu membeli buku mahal dan yang ia sukai pasti minat
bacanya tinggi karena tercukupi. Sebaliknya bagi anak yang memiliki tingkat
perekonomian rendah.
Buku
bergambar sebagai sarana untuk menumbuhkan minat baca pada anak. Ada beberarapa
manfaat buku bergambar, yaitu (1) sangat mudah diingat dan dipahami, dengan
buku bergambar anak mudah mengingat karena pada masa tersebut anak lebih mudah
mengingat gambar daripada teks. (2) menambah wawasan dan kecerdasan otak anak,
ketika buku bergambar tersebut dibaca akan menambah wawasan anak terhadap buku
gambar yang dibacanya dan dengan buku bergambar melatih otak anak menebak
cerita-cerita dari buku bergambar tersebut sebelum membaca bacaanya (3) sebagai
bahan ajar untuk membaca, setiap buku bergambar dapat digunakan sebagai bahan
ajar karena setiap buku bergmbar pasti memiliki tujuan dan nilai-nilai yang
dapat dipentik bagi yang membaca.
Pada
usia anak-anak tujuh sampai sembilan tahun yang berada pada tingkat rendah
sekolah dasar, anak-anak mulai diharuskan untuk dapat membaca.
Piaget (1990:28) menyatakan bahwa anak dalam usia tujuh sampai sepuluh tahun
berada pada tahap operasional kongkrit, dimana cara berpikir siswa masih
didasarkan pada bantuan benda-benda atau peristiwa-peristiwa yang langsung
dilihat dan dialaminya. Sehingga media
buku bergambar sangat tepat untuk mengajarkan membaca pada mereka.
Penutup
Kelancaran anak
dalam membaca menjadi salah satu kunci dalam kesuksesan akademis. Minat membaca
pada anak di era moern ini mulai turun, sehingga harus ada media yang tepat
untuk mengajak anak untuk membaca. Salah satu media yang digunakan untuk
menumbuhkan minat baca pada anak yaitu dengan media buku bergambar. Dengan
media buku bergambar membuat anak menjadi senang membaca, mampu berfikir
kreatif, mendapatkan wawasan, melatih kecerdasan otak anak.
Daftar
Pustaka
Franz,
Kurt dan Bernhard Meier. 1994. Membina
Minat Baca. Bandung: Remaja Rosdakarya
Nurgiyantoro,
Burhan. 2010. Sastra Anak: Pengantar
Pemahaman Dunia Anak. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Priyono,
Sugeng Agus. 2006. Perpustakaan Atraktif.
Jakarta: PT Gramedia Widisarana Indonesia
http://digilib.um.ac.id/
(Diakses tanggal 22 Desember 2016 pukul 15.12 WIB).
http://digilib.uinsuka.ac.id/
(Diakses tanggal 22 Desember 2016 pukul 15.12 WIB)
http://www.digilib.itb.ac.id/
(Diakses tanggal 22 Desember 2016 pukul 15.12 WIB).