Jumat, 10 April 2020

Cerita Pendek (Cerpen) Berbincang Covid-19/Corona

Berbincang COVID-19

Pagi hari, aku  dan Ibu berada di kamarku untuk mempersiapkan pembelajaran daring jam pertama yaitu mata pelajaran Bahasa Indonesia. Aku sedang mempersiapkan buku tugas, alat tulis, lembar kerja siswa (LKS), laptop dan gawai. Sementara itu, Ibu mempersiapkan mengambil cemilan untuk menemaniku melakukan pembelajaran daring. Ibu tidak hanya mengambilkan cemilan langsung pergi begitu saja, tetapi Ibu mendampingiku untuk melakukan pembelajaran daring. Ketika aku sedang membuka laptop untuk pembelajaran daring Bahasa Indonesia aku berbincang tentang Covid-19 dengan ibu.
“Ibu virus Corona itu apa? Kata Bu Guru libur 14 hari untuk memutus penularan virus Corona.” tanyaku sembari mengambil buku tugas Bahasa Indonesia dan LKS di rak buku.
“Virus Corona itu virus yang menyerang sistem pernapasan. Virus itu pertama kali ditemukan di kota Wuhan Cina pada akhir Desember 2019. Nah, nama lain virus corona yaitu Covid-19,” jawab Ibu sambil meletakkan cemila di meja belajarku.
“Oh.. ternyata virus corona dan Covid-19 itu sama... Virus itu asalnya dari mana tho, Bu? Hewan atau manusia?” tanyaku sambil membuka laptop di meja belajar.
“Virus itu diduga dari hewan kelelawar, Nak. Diduga virus tersebut tersebar di salah satu pasar binatang liar di Wuhan,” jawab Ibu sambil membuka whatsapp dari guruku mengingatkan akan dimulai pembelajaran daring Bahasa Indonesia.
“Oh begitu tho, Bu... Pembelajaran daring Bahasa Indonesia sudah dimulai Bu, Rana pelajari video pembelajaran dari Bu Guru dulu ya,” ucapku sambil membuka whatsapp grup untuk memperhatikan arahan dari Bu Guru.
“Iya, Nak. Kalau sudah selesai bolehlah ngobrol lagi tentang corona atau covid-19,” ucap Ibu sambil merapi buku-bukuku yang ada di rak buku.
“Bu.... Bu.... ternyata Rana setelah mempelajari video pembelajaran tentang cerita pendek, Rana disuruh Bu Guru untuk membuat cerita pendek tentang Covid-19, Bu,” ucapku sambil menepuk punggung Ibuku.
“Wah,, kok bisa pas dengan apa yang kita obrolkan ya, Nak. Ya sudah sana kerjakan!” lanjut merapikan buku.
“Bu... bantu Rana untuk membuat cerita pendek tentang corona ya. Kan Ibu dokter pasti tahu apa itu Covid-19,” ucapku sambil memegang tangan ibu.
“Iya... iya.. anakku sayang.” ucapku sambil memeluk Rana.
(sambil melihat panduan pembelajaran bahasa Indonesia di laptop) “Bu, ini Bu Guru memberikan arahan kalau isi cerpennya mengenai apa gejala orang yang terkena virus Corona, bagaimana caranya supaya tidak tertular Corona dan apa itu social distancing. Memang, gimana gejala orang yang terkena virus Corona? ” tanyaku sambil memandang ke wajah ibu.
“Gejala orang yang terkena virus corona itu demam diatas 38 derajat celcius, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala dan sesak napas,” jawab Ibu sembari kembali ke tempat duduk sampingku.
“Oh, berarti kalau ada gejala kayak gitu harus cepat-cepat ke rumah sakit, Bu?” ucapku sambil memandang ibu.
“Iya, Nak. Supaya bisa tertangani lebih awal dan bisa sembuh. Ada orang yang kena virus ini sampai meninggal. Virus ini berbahaya untuk orang yang sudah tua, ibu hamil, orang yang sedang sakit dan orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah,” ucap Ibu sambil memandangku.
“Biar memiliki daya tahan tubuh yang nggak lemah gimana caranya, Bu?” ucapku sembari menulis point penting mengenai virus Corona.
“Caranya kamu harus makan makanan yang bergizi dan teratur, olahraga yang teratur,  istirahat cukup 7-8 jam per hari, tidak stress dan tidak merokok serta minum alkohol,” jawab Ibu sembari membuka toples cemilan. 
“Oh begitu tho, Bu. Lalu, gimana caranya biar enggak tertular virus Corona?” tanyaku sambil mengambil cemilan.
“Eh... Eh.... sudah cuci tangan belum?” tanya Ibu dengan nada tinggi.
“Sudah dong, Bu. Kan sebelum makan atau minum harus cuci tangan dengan sabun, Bu.” jawabku sambil memakan cemilan.
“Oh iya sudah. Ibu lanjutkan ya, biar enggak tertular kamu harus mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan, kalau lagi bersin memakai masker, dan jika bersin ditutup pakai siku-siku tangan bukan telapak tangan, menjaga daya tahan tubuh, tidak pergi ke negara terjangkit dan menghindari kerumunan atau keramaian,” ucap Ibu sambil mengambil cemilan.
“Oh pantesan sekolah diliburkan ternyata itu salah satu cara biar nggak tertular virus Corona,” ucapku sambil mengangguk-angguk.
“Lalu, social distancing itu apa, Bu?” tanyaku sembari menulis point penting  dari penjelasan ibu.
Social distancing atau  pysical distancing itu masyarakat diminta oleh pemerintah untuk menghindari hadir di pertemuan besar atau kerumunan orang. Tidak perlu bersentuhan fisik seperti bersalaman atau berpelukan. Jaga jarak jika sedang bertemu orang lain kurang lebih 1-2 menter. Dan hindari tempat umum,” jawab Ibu sambil membuka whatsapp dari guru bahasa Indonesia yang memberitahukan jika saatnya untuk menulis cerita pendek tentang Covid-19.
“Oh begitu ya, Bu. Pantesan disuruh di rumah aja. Ya sudah Bu, sekarang Rana mau buat cerpen dulu ya, Bu. 45 menit harus sudah dikirim ke whatsapp Bu Guru,” ucapku sambil membuka buku tugas Bahasa Indonesia.
“Iya, Nak. Jangan lupa nulisnya yang jelas dan rapi,” ucap Ibu sambil mengusap kepalaku.
“Siap, Bu!” jawabku sambil memandang ibu dan hormat.
Begitulah perbincangan Covid-19 antara aku dan Ibu. Mari kita bersama-sama mendukung pemerintah untuk memerangi virus ini. Semoga Indonesia lekas membaik. Jadi, mari #dirumahaja untuk memutus mata rantai penularan virus Corona.


Penulis : Nurlaili Irias Putri 

Penyunting : Sri Mahmudah 

#pembelajarandaringbahasaIndonesia