Berbincang
COVID-19
Pagi
hari, aku dan Ibu berada di kamarku
untuk mempersiapkan pembelajaran daring jam pertama yaitu mata pelajaran Bahasa
Indonesia. Aku sedang mempersiapkan buku tugas, alat tulis, lembar kerja siswa
(LKS), laptop dan gawai. Sementara itu, Ibu mempersiapkan mengambil cemilan
untuk menemaniku melakukan pembelajaran daring. Ibu tidak hanya mengambilkan
cemilan langsung pergi begitu saja, tetapi Ibu mendampingiku untuk melakukan
pembelajaran daring. Ketika aku sedang membuka laptop untuk pembelajaran daring
Bahasa Indonesia aku berbincang tentang Covid-19 dengan ibu.
“Ibu virus Corona itu
apa? Kata Bu Guru libur 14 hari untuk memutus penularan virus Corona.” tanyaku
sembari mengambil buku tugas Bahasa Indonesia dan LKS di rak buku.
“Virus Corona itu virus
yang menyerang sistem pernapasan. Virus itu pertama kali ditemukan di kota
Wuhan Cina pada akhir Desember 2019. Nah, nama lain virus corona yaitu
Covid-19,” jawab Ibu sambil meletakkan cemila di meja belajarku.
“Oh.. ternyata virus
corona dan Covid-19 itu sama... Virus itu asalnya dari mana tho, Bu? Hewan atau manusia?” tanyaku
sambil membuka laptop di meja belajar.
“Virus itu diduga dari
hewan kelelawar, Nak. Diduga virus tersebut tersebar di salah satu pasar binatang
liar di Wuhan,” jawab Ibu sambil membuka whatsapp dari guruku mengingatkan akan
dimulai pembelajaran daring Bahasa Indonesia.
“Oh begitu tho, Bu... Pembelajaran daring Bahasa
Indonesia sudah dimulai Bu, Rana pelajari video pembelajaran dari Bu Guru dulu
ya,” ucapku sambil membuka whatsapp
grup untuk memperhatikan arahan dari Bu Guru.
“Iya, Nak. Kalau sudah
selesai bolehlah ngobrol lagi tentang corona atau covid-19,” ucap Ibu sambil merapi
buku-bukuku yang ada di rak buku.
“Bu.... Bu.... ternyata
Rana setelah mempelajari video pembelajaran tentang cerita pendek, Rana disuruh
Bu Guru untuk membuat cerita pendek tentang Covid-19, Bu,” ucapku sambil
menepuk punggung Ibuku.
“Wah,, kok bisa pas
dengan apa yang kita obrolkan ya, Nak. Ya sudah sana kerjakan!” lanjut
merapikan buku.
“Bu... bantu Rana untuk
membuat cerita pendek tentang corona ya. Kan Ibu dokter pasti tahu apa itu
Covid-19,” ucapku sambil memegang tangan ibu.
“Iya... iya.. anakku
sayang.” ucapku sambil memeluk Rana.
(sambil melihat panduan
pembelajaran bahasa Indonesia di laptop) “Bu, ini Bu Guru memberikan arahan
kalau isi cerpennya mengenai apa gejala orang yang terkena virus Corona,
bagaimana caranya supaya tidak tertular Corona dan apa itu social distancing. Memang, gimana gejala orang yang terkena virus Corona?
” tanyaku sambil memandang ke wajah ibu.
“Gejala orang yang
terkena virus corona itu demam diatas 38 derajat celcius, batuk, pilek, sakit
tenggorokan, sakit kepala dan sesak napas,” jawab Ibu sembari kembali ke tempat
duduk sampingku.
“Oh, berarti kalau ada
gejala kayak gitu harus cepat-cepat ke rumah sakit, Bu?” ucapku sambil
memandang ibu.
“Iya, Nak. Supaya bisa
tertangani lebih awal dan bisa sembuh. Ada orang yang kena virus ini sampai
meninggal. Virus ini berbahaya untuk orang yang sudah tua, ibu hamil, orang
yang sedang sakit dan orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah,” ucap Ibu
sambil memandangku.
“Biar memiliki daya
tahan tubuh yang nggak lemah gimana caranya, Bu?” ucapku sembari menulis point
penting mengenai virus Corona.
“Caranya kamu harus
makan makanan yang bergizi dan teratur, olahraga yang teratur, istirahat cukup 7-8 jam per hari, tidak
stress dan tidak merokok serta minum alkohol,” jawab Ibu sembari membuka toples
cemilan.
“Oh begitu tho, Bu. Lalu, gimana caranya biar
enggak tertular virus Corona?” tanyaku sambil mengambil cemilan.
“Eh... Eh.... sudah
cuci tangan belum?” tanya Ibu dengan nada tinggi.
“Sudah dong, Bu. Kan
sebelum makan atau minum harus cuci tangan dengan sabun, Bu.” jawabku sambil
memakan cemilan.
“Oh iya sudah. Ibu
lanjutkan ya, biar enggak tertular kamu harus mencuci tangan dengan sabun sebelum
dan sesudah makan, kalau lagi bersin memakai masker, dan jika bersin ditutup pakai
siku-siku tangan bukan telapak tangan, menjaga daya tahan tubuh, tidak pergi ke
negara terjangkit dan menghindari kerumunan atau keramaian,” ucap Ibu sambil
mengambil cemilan.
“Oh pantesan sekolah
diliburkan ternyata itu salah satu cara biar nggak tertular virus Corona,” ucapku
sambil mengangguk-angguk.
“Lalu, social distancing itu apa, Bu?” tanyaku
sembari menulis point penting dari
penjelasan ibu.
“Social distancing atau pysical distancing itu masyarakat
diminta oleh pemerintah untuk menghindari hadir di pertemuan besar atau
kerumunan orang. Tidak perlu bersentuhan fisik seperti bersalaman atau
berpelukan. Jaga jarak jika sedang bertemu orang lain kurang lebih 1-2 menter.
Dan hindari tempat umum,” jawab Ibu sambil membuka whatsapp dari guru bahasa Indonesia yang memberitahukan jika
saatnya untuk menulis cerita pendek tentang Covid-19.
“Oh begitu ya, Bu.
Pantesan disuruh di rumah aja. Ya sudah Bu, sekarang Rana mau buat cerpen dulu
ya, Bu. 45 menit harus sudah dikirim ke whatsapp
Bu Guru,” ucapku sambil membuka buku tugas Bahasa Indonesia.
“Iya, Nak. Jangan lupa
nulisnya yang jelas dan rapi,” ucap Ibu sambil mengusap kepalaku.
“Siap, Bu!” jawabku
sambil memandang ibu dan hormat.
Begitulah perbincangan
Covid-19 antara aku dan Ibu. Mari kita bersama-sama mendukung pemerintah untuk
memerangi virus ini. Semoga Indonesia lekas membaik. Jadi, mari #dirumahaja
untuk memutus mata rantai penularan virus Corona.
Penulis : Nurlaili Irias Putri
Penyunting : Sri Mahmudah
#pembelajarandaringbahasaIndonesia