DEFINISI KOTA
1. Peraturan Mendagri No. 2 Tahun 1987 pasal 1
2. Prof. Bintarto
Ciri-ciri kota
:
A. Ciri-ciri Fisik :
a) terdapat tempat-tempat untuk pasar dan
pertokoan
b) terdapat tempat-tempat untuk parkir
c) terdapat tempat-tempat untuk rekreasi dan
olahraga
B. Ciri-ciri Sosial :
a) Masyarakatnya heterogen
b) Individualisme dan materialisme
c) Mata pencaharian masyarakatnya non agraris
d) Corak kehidupan bersifat gesselschaft (patembayan)
e) Pandangan hidup masyarakatnya lebih rasional
f) Adanya kesenjangan sosial yang mencolok
antara masyarakat kaya dengan miskin
Klasifikasi Kota
A. B’dsrkan fungsinya
1. Kota
sebagai pusat kebudayaan
Mempunyai potensi budaya
(berkaitan dengan kehidupan agama serta pusat kerajaan pada masa silam) yang
lebih dominan dibandingkan dengan potensi yang lain
Contoh : Athena dan Baghdad
2. Kota
sebagai pusat perdagangan
Biasanya merupakan kota pelabuhan dengan
aksesibilitas yang tinggi baik dari darat maupun dari laut.
Contoh : New
York , Hongkong, Singapura, Rotterdam
dan Bombay
3. Kota
sebagai pusat Industri
Memiliki kegiatan industri
yang lebih dominan dibandingkan kegiatan-kegiatan lainnya
Contoh : Amsterdam ,
Atlanta , Caracas
4. Kota
sebagai pusat pemerintahan
Dapat berkembang dengan pesat
karena peranannya mengatur sistem pemerintahan. Pada umumnya memiliki hubungan
yang luas dengan kota-kota lainnya
Contoh : Jakarta ,
Delhi , dan Kuala
Lumpur
5. Kota
sebagai pusat rekreasi dan kesehatan
Dapat menarik pendatang, baik
untuk tujuan rekreasi maupun penyembuhan. Selain karena wajah kota
yang indah, umumnya kota
ini berada di daerah dataran tinggi dengan suhu udara yang sejuk atau daerah
pantai.
Contoh : Bangkok ,
Buenos Aires
B. B’dsrkan jumlah penduduknya
Menurut National Urban Development Strategic
Jenis Kota
|
Perkiraan jumlah penduduk
|
3.000 – 20.000
|
|
20.000 – 200.000
|
|
200.000 – 500.000
|
|
500.000 – 1.000.000
|
|
> 1.000.000
|
PERKEMBANGAN
KOTA
a. Faktor
yang mempengaruhi perkembangan kota
1) Faktor Alam :
relatif statis karena segala
bentuk perubahan yang terjadi berlangsung dalam waktu yang relatif lama
2) Faktor Kependudukan
sangat dinamis terutama
apabila ditinjau dari kuantitasnya
* Pertambahan penduduk alami
* Urbanisasi
3) Faktor Budaya
yaitu tingkat kepandaian
manusia dalam mengelola lingkungan kehidupannya (tingkat penguasaan teknologi)
b. Tahap
Perkembangan Kota
Menurut Lewis Munford :
a) Tahap Eopolis
tercermin adanya perkampungan yang makin
maju dan mengarah ke kota
b) Tahap Polis
c) Tahap Metroplis
d) Tahap Megalopolis
ditandai oleh perubahan perilaku manusia
hanya berorientasi pada materi
e) Tahap Tiranopolis
tolak ukur budaya dilihat pada sesuatu
yang nampak saja, misalnya kekayaan, serta ketidakacuhan mengenai aspek
kehidupan. Selain itu, kondisi perdagangan mulai menunjukkan adanya penurunan
dan tingkat kemacetan lalu lintas dan kriminalitas sangat tinggi
f) Tahap Nekropolis
c. Teori
Perkembangan Kota
A. TEORI KONSENTRIS ..... E.W.BURGESS
- penggunaan lahan secara melingkar
- inti kota
sebagai pusat kegiatan ekonomi terletak di pusat lingkaran. Makin ke pinggir
makin berkurang, tetapi pemukiman semakin banyak
|
Gambar :
1.
Zona
Pusat Wilayah Kegiatan (Central Bussines Districts) -->didalamnya terdapat
pusat pertokoan besar, gedung perkantoran yang bertingkat, bank, hotel,
restoran, dan sebagainya
2.
Zona
Peralihan atau zona transisi --> zone peralihan merupakan konsentrasi
penduduk miskin. Sering ditemui wilayah kumuh (slum area)
3.
Zona
Pemukiman Kelas Proletar--> didiami oleh para pekerja yang berpenghasilan
kecil atau buruh dan karyawan kelas bawah. Ditandai oleh adanya rumah susun
sederhana.
4.
Zona
Pemukiman Kelas Menengah (Residental Zone) -->merupakan kompleks perumahan
karyawan kelas menengah yang memiliki keahlian tertentu.
5.
Wilayah
Tempat Tinggal Masyarakat Berpenghasilan Tinggi ditandai dengan kawasan elit.
Sebagian besar penduduknya merupakan kaum eksekutif
6.
Zona
Penglaju (Commuters) -->merupakan wilayah yang memasuki wilayah belakang
(Hinterland) atau merupakan wilayah batas desa-kota. Penduduknya bekerja di
kota tetapi tinggal di pinggiran kota.
B. TEORI SEKTORAL ..... HOMMER HOYT
- penggunaan lahan berdasarkan sector-sektor
- CBD (Central Business Distric/Pusat Kegiatan)
berada di pusat kota
- lahan lainnya untuk sector-sektor seperti :
industri, pendidikan, perumahan dll.

1.
Zona
1: Zona pusat wilayah kegiatan.
2.
Zona
2: Zona dimana terdapat grossier dan manufactur.
3.
Zona
3: Zona wilayah permukiman kelas rendah.
4.
Zona
4: Zona permukiman kelas menengah.
5.
Zona
5: Zona permukiman kelas tinggi.
C. TEORI INTI GANDA ... C.D. HARRIS & EDWARD
ULLMAN
- hanya ada satu CBD dalam suatu kota
- dikelilingi berbagai inti kota
dan pusat-pusat pertumbuhan baru seperti komplek perguruan tinggi, pelabuhan
dan industri serta kota
kecil.
|
·
Zona
1: Zona pusat wilayah kegiatan.
·
Zona
2: Zona wilayah terdapat para grossier dan manufactur.
·
Zona
3: Zona wilayah permukiman kelas rendah.
·
Zona
4: Zona permukiman kelas menengah.
·
Zona
5: Zona permukiman kelas tinggi.
·
Zona
6: Zona manufactur berat
·
Zona
7: Zona wilayah di luar pusat wilayah Kegiatan (PWK)
·
Zona
8: Zona wilayah permukiman suburb
·
Zona
9: Zona wilayah industri suburb
PERBEDAAN TEORI KONSENTRIS,
SEKTORAL DAN PUSAT KEGIATAN GANDA
No.
|
Faktor Pembeda
|
Teori
|
||
Konsentris
|
Sektoral
|
Pusat Kegiatan Ganda
|
||
1.
2.
3.
4.
|
Pola
Transportasi
dan Komunikasi
Latar
belakang lingkungan
Daerah
kegiatan
|
Konsentris
dianggap
tdk berperan
tidak
begitu berperan
pusat
kegiatan tunggal
|
Modifikasi
konsentris
mulai
memper
timbangkan
& mempunyai peran yang besar
tidak
begitu berperan
pusat
kegiatan tunggal
|
Menyebar
tidak teratur
berperan
sangat besar
berperan
sangat penting
daerah
kegiatan ganda
|

