Sabtu, 15 November 2014

POLA KERUANGAN KOTA


DEFINISI KOTA
1.  Peraturan Mendagri No. 2 Tahun 1987 pasal 1
Kota :    pusat pemukiman dan kegiatan penduduk yang mempunyai batasan administrasi yang diatur dalam perundang-undangan, serta permukiman yang telah memperlihatkan watak dan ciri kehidupan   perkotaan

2.  Prof. Bintarto
Kota :    sistem jaringan kehidupan yang ditandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi, diwarnai dengan strata sosial ekonomi yang heterogen dan coraknya yang materialistis

Ciri-ciri kota :
A.   Ciri-ciri Fisik :
a)    terdapat tempat-tempat untuk pasar dan pertokoan
b)    terdapat tempat-tempat untuk parkir
c)    terdapat tempat-tempat untuk rekreasi dan olahraga
B.    Ciri-ciri Sosial :
a)    Masyarakatnya heterogen
b)    Individualisme dan materialisme
c)    Mata pencaharian masyarakatnya non agraris
d)    Corak kehidupan bersifat gesselschaft (patembayan)
e)    Pandangan hidup masyarakatnya lebih rasional
f)    Adanya kesenjangan sosial yang mencolok antara masyarakat kaya dengan miskin

Klasifikasi Kota
A.   B’dsrkan fungsinya
1.  Kota sebagai pusat kebudayaan
Mempunyai potensi budaya (berkaitan dengan kehidupan agama serta pusat kerajaan pada masa silam) yang lebih dominan dibandingkan dengan potensi yang lain
Contoh : Athena dan Baghdad

2.  Kota sebagai pusat perdagangan
Biasanya merupakan kota pelabuhan dengan aksesibilitas yang tinggi baik dari darat maupun dari laut.
Contoh : New York, Hongkong, Singapura, Rotterdam dan Bombay

3.  Kota sebagai pusat Industri
Memiliki kegiatan industri yang lebih dominan dibandingkan kegiatan-kegiatan lainnya
Contoh : Amsterdam, Atlanta, Caracas



4.  Kota sebagai pusat pemerintahan
Dapat berkembang dengan pesat karena peranannya mengatur sistem pemerintahan. Pada umumnya memiliki hubungan yang luas dengan kota-kota lainnya
Contoh : Jakarta, Delhi, dan Kuala Lumpur

5.  Kota sebagai pusat rekreasi dan kesehatan
Dapat menarik pendatang, baik untuk tujuan rekreasi maupun penyembuhan. Selain karena wajah kota yang indah, umumnya kota ini berada di daerah dataran tinggi dengan suhu udara yang sejuk atau daerah pantai.
Contoh : Bangkok, Buenos Aires

B.   B’dsrkan jumlah penduduknya
       Menurut National Urban Development Strategic
Jenis Kota
Perkiraan jumlah penduduk
Kota Kecamatan
3.000 – 20.000
Kota Kecil
20.000 – 200.000
Kota Sedang
200.000 – 500.000
Kota Besar
500.000 – 1.000.000
Kota Metropolitan
> 1.000.000

PERKEMBANGAN KOTA

a.    Faktor yang mempengaruhi perkembangan kota
1)    Faktor Alam :
relatif statis karena segala bentuk perubahan yang terjadi berlangsung dalam waktu yang relatif lama
2)    Faktor Kependudukan
sangat dinamis terutama apabila ditinjau dari kuantitasnya
* Pertambahan penduduk alami
* Urbanisasi

3)    Faktor Budaya
yaitu tingkat kepandaian manusia dalam mengelola lingkungan kehidupannya (tingkat penguasaan teknologi)

b.    Tahap Perkembangan Kota
Menurut Lewis Munford :
a)    Tahap Eopolis
       tercermin adanya perkampungan yang makin maju dan mengarah ke kota
b)    Tahap Polis
       kota yang masih berorientasi agraris meskipun muncul beberapa kegiatan industri
c)    Tahap Metroplis
       kota yang berorientasi industri

d)    Tahap Megalopolis
       ditandai oleh perubahan perilaku manusia hanya berorientasi pada materi
e)    Tahap Tiranopolis
       tolak ukur budaya dilihat pada sesuatu yang nampak saja, misalnya kekayaan, serta ketidakacuhan mengenai aspek kehidupan. Selain itu, kondisi perdagangan mulai menunjukkan adanya penurunan dan tingkat kemacetan lalu lintas dan kriminalitas sangat tinggi
f)    Tahap Nekropolis
       kota mati (the city of dead) dan menuju kehancuran. Hal ini disebabkan adanya peperangan, kelaparan, atau wabah yang melanda kota tersebut.

c.    Teori Perkembangan Kota  
A.   TEORI KONSENTRIS ..... E.W.BURGESS
-   penggunaan lahan secara melingkar
-   inti kota sebagai pusat kegiatan ekonomi terletak di pusat lingkaran. Makin ke pinggir makin berkurang, tetapi pemukiman semakin banyak

 
 


Gambar :








1.   Zona Pusat Wilayah Kegiatan (Central Bussines Districts) -->didalamnya terdapat pusat pertokoan besar, gedung perkantoran yang bertingkat, bank, hotel, restoran, dan sebagainya
2.   Zona Peralihan atau zona transisi --> zone peralihan merupakan konsentrasi penduduk miskin. Sering ditemui wilayah kumuh (slum area)
3.   Zona Pemukiman Kelas Proletar--> didiami oleh para pekerja yang berpenghasilan kecil atau buruh dan karyawan kelas bawah. Ditandai oleh adanya rumah susun sederhana.
4.   Zona Pemukiman Kelas Menengah (Residental Zone) -->merupakan kompleks perumahan karyawan kelas menengah yang memiliki keahlian tertentu.
5.   Wilayah Tempat Tinggal Masyarakat Berpenghasilan Tinggi ditandai dengan kawasan elit. Sebagian besar penduduknya merupakan kaum eksekutif
6.   Zona Penglaju (Commuters) -->merupakan wilayah yang memasuki wilayah belakang (Hinterland) atau merupakan wilayah batas desa-kota. Penduduknya bekerja di kota tetapi tinggal di pinggiran kota.


B.   TEORI SEKTORAL ..... HOMMER HOYT
-   penggunaan lahan berdasarkan sector-sektor
-   CBD (Central Business Distric/Pusat Kegiatan) berada di pusat kota
-   lahan lainnya untuk sector-sektor seperti : industri, pendidikan, perumahan dll.

1.      Zona 1: Zona pusat wilayah kegiatan.
2.      Zona 2: Zona dimana terdapat grossier dan manufactur.
3.      Zona 3: Zona wilayah permukiman kelas rendah.
4.      Zona 4: Zona permukiman kelas menengah.
5.      Zona 5: Zona permukiman kelas tinggi.

C.   TEORI INTI GANDA ... C.D. HARRIS & EDWARD ULLMAN
-   hanya ada satu CBD dalam suatu kota
-   dikelilingi berbagai inti kota dan pusat-pusat pertumbuhan baru seperti komplek perguruan tinggi, pelabuhan dan industri serta kota kecil.


 
 










·         Zona 1: Zona pusat wilayah kegiatan.
·         Zona 2: Zona wilayah terdapat para grossier dan manufactur.
·         Zona 3: Zona wilayah permukiman kelas rendah.
·         Zona 4: Zona permukiman kelas menengah.
·         Zona 5: Zona permukiman kelas tinggi.
·         Zona 6: Zona manufactur berat
·         Zona 7: Zona wilayah di luar pusat wilayah Kegiatan (PWK)
·         Zona 8: Zona wilayah permukiman suburb
·         Zona 9: Zona wilayah industri suburb
PERBEDAAN TEORI KONSENTRIS, SEKTORAL DAN PUSAT KEGIATAN GANDA

No.
Faktor Pembeda
Teori
Konsentris
Sektoral
Pusat Kegiatan Ganda
1.


2.





3.


4.
Pola


Transportasi dan Komunikasi




Latar belakang lingkungan

Daerah kegiatan
Konsentris


dianggap tdk berperan




tidak begitu berperan

pusat kegiatan tunggal
Modifikasi konsentris

mulai memper
timbangkan & mempunyai peran yang besar

tidak begitu berperan

pusat kegiatan tunggal
Menyebar tidak teratur

berperan sangat besar




berperan sangat penting

daerah kegiatan ganda